Kumpulan Pengertian Menurut Para Ahli

Tampilkan postingan dengan label Arus Kas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arus Kas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2022

Pengertian Kas Menurut Para Ahli

Pengertian Kas Menurut Para Ahli

Pengertian Kas 

Menurut Purwaji Dkk (2017) kas merupakan alat pembayaran yang siap di pakai dan bebas di pergunakan untuk membiayai kegiatan- kegiatan umum yang ada di dalam perusahaan. 

Menurut Priyati (2016) kas merupakan alat pertukaran yang bisa di sebut suatualat pembayaran yang telah di miliki oleh sebuah perusahaan dan para penggunanya itu tidak pernah di batasi sedikitpun. 

Menurut Martani,Dkk (2016) kas merupakan aset keuangan yang bisa di gunakan untuk kegiatan operasional di sebuah perusahaan. Di dalam kas tersebut ada aset yang nilainya paling liquid karena dapat di gunakan untuk membayar kewajiban di perusahaan. 


Menurut Diana Dkk (2017) kas merupakan asset keuangan . Aset keuangan merupakan asset yang berbentuk kas , instrument ekuitas yang di terbitkan oleh entitas lain , hak kontraktual untuk menerima kas dari entitas lain , atau juga kontrak yang akan di selesaikan dengan menggunakan instrument ekuitas yang di terbitkan oleh entitas.

Menurut Ismail (2011) kas merupakan mata uang yang berupa kertas dan logam baik dalam valuta rupiah maupun valuta asing yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sangat sah. 


Menurut Sulistiawan Dkk (2006) kas merupakan alat pembayaran yang berupa mata uang yang terdiri atas uang kertas , uang logam , dan simpanan yang ada di bank ( atau tempat selain bank) yang setiap saat bisa di ambil agar bisa di gunakan untuk bertransaksi , baik berupa mata uang asing maupun uang lokal. 


Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kas merupakan aset keuangan yang bisa digunakan untuk kegiatan operasional yang ada di dalam sebuah perusahaan dan kas tersebut bisa di gunakan sebagai alat suatu pembayaran yang tanpa dibatasi seperti waktu dan di dalam kas juga tidak ada sebuah resiko tentang perubahan nilai yang sangat signifikan . Keberadaan yang ada di dalam kas tersebut merupakan sebuah entitas yang sangat penting, karena tanpa kas aktivitas operasi yang ada di dalam perusahaan tersebut tidak dapat berjalan dengan lancar. 




Karakteristik Kas

Menurut Hery(2013) kas meliputi berbagai macam yaitu seperti uang logam , uang kertas, wesel pos (kiriman uang lewat pos yang bisa di sebut dengan money orders) dan deposito . Perangko bukan merupakan kas tetapi biaya yang harus di bayar di muka (prepaid ex-pense) atau bisa di sebut dengan beban yang di tangguhkan (deferred expense). Pada umumnya di dalam perusahaan telah membagi kas menjadi dua kelompok yaitu uang yang tersedia di kasir perusahaan (cash on hand) dan uang tunai yang tersimpan di dalam bank (cash in bank).


Menurut Martani,Dkk (2016) apabila kas yang telah di cadangkan menggunakan cara yang khusus, maka kas tersebut tidak bisa di golongkan sebagai kas , tetapi hanya bisa di klasifikasikan sebagai dana cadangan. 


Menurut Purwaji Dkk (2017:8) suatu alat pembayaran bisa kategorikan sebagai kas maka harus memenuhi kriteria- kriteria yang di ungkapkan.Di dalam kriteria tersebut ada 2 macam di dalam kas yaitu yang pertama adalah yang bisa di terima oleh masyarakat (bisnis) sebagai alat pembayarannya sesuai dengan nominalnya danyang ke dua adalah bisa di pergunakan sebagai alat pembayaran untuk kegiatan – kegiatan perusahaan sehari - harinya (pada setiap saat). 


Berdasarkan penjelasan karakteristik kas di atas maka dapat di simpukan bahwa di dalam karakteristik kas itu tidak hanya sebuah catatan saja , tetapi adapun juga ada berbagai macam - macam kas yang berasal dari uang logam, uang kertas, wesel , dan deposito dan karakteristik kas itu tidak bisa di golongkan tetapi bisa di akui sebagai dana cadangan.

Pengendalian Internal Kas 

Menurut Sari, Dkk (2017) Sistem pengendalian internal (control system) merupakan system dan prosedurnya yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen untuk menjaga harta yang ada di dalam perusahaan dari kelalaian atau bisa di sebut dengan kesalahan (eror), kecurangan (frauds) dalam bentuk apapun, serta kejahatan (irregularities). 

Menurut Mulyadi (2016) Di dalam sistem pengendalian internal mempunyai sebuah sistem yang baik yaitu kas harus mempunyai syarat-syarat agar dapat melibatkan para pihak luar seperti bank supaya bisa terjun pada saat pencatatan ke dalam kas yangberupa ikut serta dalam melakukan pengawasan kas yang ada di dalam perusahaandan mempunyai 3 cara yakni : 

  1. Semua penerimaan yang ada di dalam kas harus bisa di setor semuanya ke bank pada hari yang sama dengan bukti penerimaan kas dan bisa di setor pada waktu hari kerja yang selanjutnya. 
  2. Semua tentang pengeluaran kas dapat di lakukan dengan cara menunjukkan cek atau bukti apapun agar mengetahui berapa nominal – nominal yang di keluarkan. 
  3. Pengeluaran kas yang tidak dapat di lakukan dengan cara menunjukkan cek (karena jumlahnya kecil) dapat di lakukan pencatatan di dana kas kecil yang dapat di terapkan dengan cara imprest system Berdasarkan penjelasan pengendalian internal kas di atas maka dapat di simpulkan bahwa di dalam pengendalian internal kas tersebut ada sebuahsistem dan prosedurnya yang telah di jalankan oleh pihak manajemen untuk mengatur semua kegiatan yang ada di dalam perusahaan.


Sumber:
Purwaji, Agus dkk. 2017. Pengantar Akuntansi 2. Edisi 2. Cetakan Kedua. Jakarta: Salemba Empat.
Priyati, Novi. (2016). “Pengantar Akuntansi.” Indeks. Jakarta Barat: Bahasa Indonesia



Sekian urain tentang Pengertian Kas Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat..!

Jumat, 23 Oktober 2020

Pengertian Pengeluaran Kas Menurut Para Ahli

Pengertian Pengeluaran Kas Menurut Para Ahli

Pengertian Pengeluaran Kas
Didalam perusahaan, pengeluaran kas merupakan suatu transaksi yang sering terjadi. Dana-dana yang dikeluarkan oleh perusahaan misalnya digunakan untuk biaya pemeliharaan, biaya gaji / upah pegawai dan pengeluaran lainnya. 

Di bawah ini pengertian pengeluaran kas menurut ahli, yaitu:
Definisi mengenai pengeluaran kas menurut Indra Bastian yaitu: “Pengeluaran kas dapat dilakukan dengan menggunakan cek. Pengeluaran kas yang tidak dapat dilakukan dengan cek biasanya yang jumlahnya relatif kecil.” (2010)

Sedangkan menurut Soemarso S.R mengemukakan tentang pengeluaran kas sebagai berikut : “Pengeluaran kas adalah suatu transaksi yang menimbulkan berkurangnya saldo kas dan bank milik perusahaan yang diakibatkan adanya pembelian tunai, pembayaran utang maupun hasil transaksi yang menyebabkan berkurangnya kas.” (2009:) 

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengeluaran kas adalah transaksi-transaksi yang mengakibatkan berkurangnya saldo-saldo kas tunai, dan atau rekening bank milik perusahaan baik yang berasal dari pembelian tunai, pembayaran utang, pengeluaran transfer maupun pengeluaran-pengeluaran lainnya. 




Prosedur Pengeluaran Kas
Pengeluaran uang dalam suatu perusahaan adalah untuk membayar berbagai macam transaksi, maka prosedur pengawasannya dilakukan dengan cara sebagai berikut : Zaki Baridwan (2009) 
  • Semua pengeluaran uang yang relatif cukup besar menggunakan cek, kecuali untuk pengeluaran-pengeluaran kecil dibayar dari kas kecil 
  • Dibuatkan laporan kas setiap hari/harian. 
  • Dipisahkan antara yang menulis cek, menandatangani cek dan yang mencatat pengeluaran perusahaan. 
  • Diselenggarakan kas kecil untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan yang sifatnya rutin. 
  • Diadakan pemeriksaan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. 

Sistem akuntansi pengeluaran kas adalah
suatu catatan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan pengeluaran baik dengan cek maupun dengan uang tunai yang digunakan untuk kegiatan umum perusahaan. Sistem akuntansi pengeluaran kas, terdiri dari jaringan prosedur berikut : Mulyadi (2008) 
  1. Prosedur pembuatan bukti kas keluar 
  2. Prosedur pembayaran kas 
  3. Prosedur pencatatan pengeluaran kas 
Sedangkan dalam sistem dana kas kecil dengan fluctuating fund – balance system dibagi menjadi tiga prosedur: 

1. Prosedur pembentukan dana kas kecil 
Pembentukan dana kas kecil dengan mendebit rekening Dana Kas Kecil. 

2. Prosedur permintaan dan pertanggungjawaban pengeluaran dana kas kecil 
Pengeluaran dana kas kecil dicatat dengan mengkredit rekening Dana Kas Kecil, sehingga setiap saat saldo rekening ini berfluktuasi. 

3. Prosedur pengisian kembali dana kas kecil 
Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan dengan jumlah sesuai dengan keperluan, dan dicatat dengan mendebit rekening Dana Kas Kecil. Dalam sistem ini, saldo rekening Dana Kas Kecil berfluktuasi dari waktu ke waktu. 


Fungsi yang Terkait dalam Pengeluaran Kas
Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi pengeluaran kas yaitu : Mulyadi (2008)
  1. Fungsi Hutang Fungsi ini menerima dokumen-dokumen dari bagian lain yang nantinya akan digunakan sebagai dokumen pendukung bukti pengeluaran uang dan menyiapkan bukti pengeluaran uang. 
  2. Fungsi Kasir Fungsi ini menerima dokumen-dokumen dari bagian lai yang nantinya akan digunakan sebagai dokumen pendukung bukti pengeluaran uang dan menyiapkan bukti pengeluaran uang. 
  3. Fungsi Akuntansi Bagian ini bertanggung jawab atas pencatatan pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek dan juga pembuatan buktibukti pengeluaran lainnya. 
  4. Bagian Pengawasan Intern Bagian ini bertugas memverifikasi pengeluaran-pengeluaran uang ini, termasuk mengecek penanggungjawab dari pejabat-pejabat yang berwenang atas dan selama proses pengeluaran uang tersebut. 

Dokumen Pengeluaran Kas 
Sistem akuntansi pengeluaran kas pada perusahaan menggunakan dua sistem pokok yaitu ; sistem akuntansi pengeluaran kas secara tunai melalui dana kas kecil dan sistem pengeluaran kas dengan cek melalui bank.

Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pengeluaran kas dengan cek menurut Mulyadi (2008) adalah :

1. Bukti kas keluar 
Dokumen ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada bagian kasir sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut. Disamping itu, dokumen ini berfungsi sebagai surat pemberitahuan (remittance advice) yang dikirim kepada kreditur dan berfungsi pula sebagai sumber bagi pencatatan berkurangnya utang. 

2. Cek 
Cek merupakan dokumen yang digunakan untuk memerintahkan bank melakukan pembayaran sejumlah uang kepada orang atau organisasi yang namanya tercantum pada cek. Ada dua pilihan dalam penggunaan cek untuk pembayaran: membuat cek atas nama dan membuat cek atas nama yang ditunjuk. 

3. Permintaan Cek (Check Request) 
Dokumen ini berfungsi sebagai permintaan dari fungsi yang memerlukan pengeluaran kas kepada fungsi akuntansi untuk membuat bukti kas keluar. Dalam transaksi pengeluaran kas yang tidak berupa pembayaran utang yang timbul dari transaksi pembelian, fungsi yang memerlukan kas menulis permintaas cek kepada fungsi akuntansi (bagian utang) untuk kepentingan pembuatan bukti kas keluar. Bukti kas keluar ini dibuat sebagai perintah kepada fungsi keuangan untuk membuat cek sebesar jumlah yang tercantum di dalam dokumen tersebut. 

Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pengeluaran tunai dengan kas kecil adalah : 
  • Bukti Pengeluaran Kas Kecil Dokumen ini digunakan oleh pemakai dana kas kecil untuk mempertanggungjawabkan oemakaian dana kas kecil. Dokumen ini dilampiri dengan bukti-bukti peneluaran kas kecil dan diserahkan oleh pemakai dana kas kecil kepada pemegang dana kas kecil. 
  • Permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil Dokumen ini dibuat oleh pemegang dana kas kecil untuk meminta kepada bagian utang agar dibuatkan bukti kas keluar guna pengisisan kembali dana kas kecil.

Sumber:
Bastian, Indra. 2010. Akuntansi Sektor Publik Suatu Pengantar Edisi Ketiga. Penerbit Erlangga :Jakarta


Sekian uraian tentang Pengertian Pengeluaran Kas Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Kamis, 22 Oktober 2020

Pengertian Dana Kas Kecil (Petty Cash) Menurut Para Ahli

Pengertian Dana Kas Kecil (Petty Cash) Menurut Para Ahli

Pengertian Dana Kas Kecil (Petty Cash)

Dalam neraca, dana kas kecil (petty cash) merupakan salah satu akun atau rekening yang disajikan oleh perusahaan sebagai salah satu elemen aktiva lancar. Kas meliputi terminal bagi arus lalu lintas transaksi dalam perusahaan serta semua transaksi langsung maupun tidak langsung pasti akan berhubungan dengan kas. 

Berikut adalah pengertian dana kas kecil (petty cash) menurut para ahli :

Menurut Soemarso S.R. (2009) dana kas kecil (petty cash) adalah sejumlah uang tunai tertentu yang disisihkan dalam perusahaan dan digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran tertentu. 

Menurut Baridwan (2008) dana kas kecil merupakan uang kas dimana yang disediakan perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis apabila dibayar dengan cek. 


Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa dana kas kecil adalah uang tunai yang digunakan untuk membayar pengeluaran biaya operasional di dalam perusahaan yang jumlahnya relatif kecil. 




Prosedur Pengeluaran Kas Kecil (Petty Cash)

1) Sistem Prosedur Kas Kecil (Petty Cash) 

Menurut Mulyadi (2016) pengeluaran petty cash yang dilakukan secara tunai, dilaksanakan melalui dana kas kecil yang diselenggarakan dengan salah satu diantara 2 sistem yaitu :imprest system dan fluctuating system. 

(1) Imprest System (Sistem Saldo Tetap) 

Penyelenggaraan dana kas kecil dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 

  • Pembentukan Dana Kas Kecil dilakukan dengan cek dan dicatat dengan mendebit akun Dana Kas Kecil. Saldo akun Dana Kas Kecil ini tidak boleh berubah dari yang ditetapkan sebelumnya, kecuali jika saldo yang telah ditetapkan tersebut dinaikan atau dikurangi 
  • Pengeluaran Dana Kas Kecil tidak dicatat dalam jurnal (sehingga tidak mengkredit akun Dana Kas Kecil) 
  • Pengisisan kembali Dana Kas Kecil dilakukan sejumlah rupiah yang tercantum dalam kumpulan bukti pengeluaran kas kecil. Pengisian kembali dana kas kecil ini dilakukan dengan mengkredit akun Dana Kas Kecil. 
(2) Fluctuating System (Sistem Saldo Berfluktuasi) 

Penyelenggaraan kas kecil dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 
  • Pembentukan Dana Kas Kecil dicatat dengan mendebit akun Dana Kas Kecil
  • Pengeluaran Dana Kas Kecil dicatat dengan mengkredit akun Dana Kas Kecil, sehingga setiap saat saldo akun ini berfluktuasi 
  • Pengisian kembali Dana Kas Kecil dilakukan dengan jumlah sesuai dengan keperluan, dan dicatat dengan mendebit akun Dana Kas Kecil. Dalam sistem ini, saldo akun Dana Kas Kecil berflktuasi dari waktu ke waktu 

2) Fungsi yang Terkait

Menurut Mulyadi (2016:446) Fungsi yang terkait dalam sistem dana kas kecil antara lain : 
(1) Fungsi kas 
Fungsi kas bertanggung jawab dalam mengisi cek, memintakan otorisasi atas cek, dan menyerahkan cek kepada pemegang dana kas 10 kecil pada saat pembentukan dana kas kecil dan pada saat pengisian kembali dana kas kecil. 

(2) Fungsi akuntansi 
Fungsi akuntansi bertanggung jawab atas pencatatan pengeluaran kas kecil yang menyangkut beban dan persediaan, pencatatan transaksi pembentukan dana kas kecil, pencatatan pengisian kembali dana kas kecil dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek, pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi kas dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut. 

(3) Fungsi pemegang dana kas kecil 
Fungsi ini bertanggung jawab atas penyimpanan dana kas kecil, pengeluaran dana kas kecil sesuai dengan otorisasi dari pejabat tertentu yang ditunjuk, dan permintaan pengisian kembali dana kas kecil. 

(4) Fungsi yang memerlukan pembayaran tunai 
Fungsi ini bertanggung jawab atas pemakaian dana kas kecil dengan membuat bukti pengeluaran kas kecil dan mengumpulkan dokumen pendukungnya. 

(5) Fungsi pemeriksaan intern 
Fungsi ini bertanggung jawab atas penghitungan dana kas kecil secara periodik dan pencocokan hasil penghitungannya dengan catatan kas.


3) Dokumen yang Digunakan 
Menurut Mulyadi (2016), Dokumen yang digunakan dalam sistem dana kas kecil antara lain : 

(1) Bukti Kas Keluar 
Dokumen ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas dari fungsi akuntansi kepada fungsi kas sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut. Dalam sistem dana kas kecil, dokumen ini diperlukan pada saat pembentukan dana kas kecil dan pada saat pengisian kembali dana kas kecil. 

(2) Permintaan Pengeluaran Kas Kecil 
Dokumen ini digunakan pemakai dana kas kecil untuk meminta uang ke pemegang dana kas kecil. Bagi pemegang dana kas kecil, dokumen ini berfungsi sebagai bukti telah dikeluarkannya kas kecil olehnya. 

(3) Bukti Pengeluaran Kas Kecil 
Dokumen ini dibuat oleh pemakai dana kas kecil untuk mempertanggungjawabkan pemakai dana kas kecil. Dokumen ini dilampiri dengan bukti-bukti pengeluaran kas kecil dan diserahkan oleh pemakai dana kas kecil kepada pemegang dana kas kecil. 

(4) Permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil 
Dokumen ini dibuat oleh pemegang dana kas kecil untuk meminta kepada Bagian Utang agar dibuatkan bukti kas keluar untuk pengisian kembali dana kas kecil 


4) Catatan Akuntansi yang Digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem dana kas kecil antara lain (Mulyadi, 2016) : 

(1) Jurnal Pengeluaran Kas 
Dalam sistem dana kas kecil, jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat pengeluaran kas dalam pembentukan dana kas kecil dan pengisian kembali dana kas kecil. Dokumen sumber yang dipakai sebagai dasar pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas adalah bukti kas keluar yang telah dicap “lunas” oleh fungsi kas. 

(2) Register Cek 
Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat cek perusahaan yang dikeluarkan untuk pembentukan dan pengisian kembali dana kas kecil. 

(3) Jurnal Pengeluaran Dana Kas Kecil 
Untuk mencatat transaksi pengeluaran dana kas kecil diperlukan jurnal khusus. Jurnal ini hanya digunakan dalam sistem dana kas kecil dengan sistem saldo berfluktuasi.


Sumber:
S R, Soemarso.2009. Akuntansi Suatu Pengantar. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.


Sekian uraian tentang Pengertian Dana Kas Kecil (Petty Cash) Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Senin, 20 Agustus 2018

Pengertian Kas Menurut Para Ahli

Pengertian Kas Menurut Para Ahli

Pengertian Kas
Kas merupakan suatu aset yang sangat penting dalam suatu perusahaan untuk kegiatan operasional sehari-hari suatu perusahaan. Dengan adanya kas maka kegiatan operasional perusahaan bisa berlangsung dengan lancar mulai dari yang terkecil hingga kegiatan investasi dalam suatu perusahaan. 

Berikut ini beberapa pengertian Kas Menurut Para Ahli:

Adapun pengertian kas menurut Dwi Martani (2012:180) menyatakan bahwa kas adalah aset keuangan uang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Kas merupakan aset yang paling likuid karena dapat digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan.

Menurut Rizal Effendi (2013:191) dari segi akuntansi yang dimaksud dengan kas adalah segala sesuatu (baik yang berbentuk uang atau bukan) yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat pelunasan kewajiban. Termasuk kas adalah rekening giro di bank (cash in bank), dan uang kas yang ada diperusahaan (cash on hand). Kas dalam perusahaan merupakan harta yang paling lancar, sehingga dalam neraca ditempatkan paling atas dalam kelompok paling atas. 

Menurut Rudianto (2012:188) kas merupakan alat pertukaran yang dimilki perusahaan dan siap digunakan dalam transaksi perusahaan, setiap saat diinginkan. 

Menurut Thomas Sumarsan (2013:1) kas merupakan aset lancar yang paling likuid, yang berarti dapat digunakan secara langsung untuk keperluan operasional perusahaan. Kas terdiri dari uang tunai dan saldo rekening koran perusahaan di bank. Uang tunai terdiri dari uang kertas dan uang logam. Saldo perusahaan di bank dapat berupa rekening koran atau tabungan perusahaan di bank.

Dari beberapa penjelasan menurut para ahli, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kas merupakan aset berbentuk uang maupun bukan uang yang dapat digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan serta merupakan aset yang paling likuid atau paling lancar. Dan kas dapat berupa kas di bank dan kas yang ada di perusahaan. Kas yang terdapat pada perusahaan merupakan kas kecil.

Dalam pengelolaannya kas harus mendapatkan perlakuan khusus dalam suatu perusahaan, karena apabila dalam pengelolaan kas pada suatu perusahaan kurang efektif akan berdampak buruk bagi perusahaan. 
Pengertian Kas
Menurut Dwi Martani (2012:182) beberapa pengendalian terhadap kas misalnya sebagai berikut :
  1. Terdapat pemisahan tugas antara pihak yang melakukan otorisasi dengan pembayaran, pihak yang melakukan pengelolaan kas dan pencatatan, pihak pengguna, dan pihak pembayar. Tingkat pemisahan tugas disesuaikan dengan kebutuhan entitas. Pada entitas yang besar pemisahan tugas dilakukan dalam unit terpisah, namun dalam entitas kecil pemisahan tugas tidak dapat dilakukan dengan ideal. Utamanya, harus ada kroscek dan control dari pihak lain, sehingga penyalahgunaan wewenang dapat dihindari.
  2. Penggunaan lemari besi atau brankas untuk menyimpan kas atau di ruang tertutup dengan akses terbatas.
  3. Penerimaan dan pengeluaran kas menggunakan rekening yang berbeda.
  4. Pengeluaran uang dilakukan melalui bank dan mengunakan cek sehingga terdapat pengendalian pencatatan oleh pihak lain.
  5. Penerimaan kas dilakukan melalui bank, untuk keamanan dan pengendalian pencatatan.
  6. Penggunaan system imprest kas kecil untuk memenuhi kebutuhan kas dalam jumlah kecil.
  7. Rekonsiliasi antara pencatatan perusahaan dengan rekening koran bank.

Pengertian Kas Kecil
Kas kecil merupakan suatu dana atau uang tunai yang dimiliki perusahaan untuk keperluan operasional perusahaan yang sifatnya relatif kecil dan kurang efisien apabila pembayarannya menggunakan cek. Kas kecil harus selalu tersedia pada perusahaan untuk aktivitas operasional perusahaan dan tidak mengganggu kelancaran aktivitas operasional perusahaan.

Menurut Rudianto (2012:188) kas kecil adalah uang tunai yang disediakan perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relative kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek atau giro. 

Menurut Rizal Effendi (2013:191) dana kas kecil adalah dana kas yang dibentuk secara periodik untuk menutupi pengeluaran yang sifatnya relative kecil dan rutin, yang tidak ekonomis kalau menggunakan cek.

Keperluan pengeluaran dalam jumlah kecil, entitas tidak mungkin melakukannya dengan menggunakan cek karena tidak efisien. Untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran kas dalam jumlah kecil entitas membentuk dana kas kecil. Jumlah dana kas kecil disesuaikan dengan kebutuhan entitas. Semakin besar ukuran entitas dan kebutuhan pengeluaran jumlah pengeluaran kas kecil besar, maka akan dibentuk kas kecil dalam jumlah besar. Tetapi untuk organisasi dengan ukuran kecil dan tidak banyak pengeluaran yang dilakukan, nilai kas kecil yang dibentuk kecil (Dwi Martani, 2012:182).

Referensi:
  • Effendi Rizal. 2013. Accounting Principles ‘’Prinsip-prinsip Akuntansi Berbasis SAK ETAP”. Edisi Revisi Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
  • Rudianto, 2012, Pengantar Akuntansi, Jakarta, Penerbit Erlangga Adaptasi IFRS.


Sekian uraian tentang Pengertian Kas Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Senin, 26 Februari 2018

Pengertian Arus Kas Menurut Para Ahli

Pengertian Arus Kas Menurut Para Ahli

Pengertian Arus Kas - Untuk dapat lebih memahami apa itu arus kas beberapa pengertian dan juga pendapat dijelaskan oleh para ahli antara lain:

Menurut PSAK No.2 (2004:5) menjelaskan mengenai definisi dari arus kas adalah: “Arus kas masuk dan arus kas keluar adalah investasi yang sifatnya sangat liquid, berjangka pendek dan dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.”

Menurut Machfoedz (1999:240) menjelaskan mengenai dari arus kas adalah : “Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Kas meliputi uang tunai (kertas dan logam).”

Menurut Harahap (2004:258)menjelaskanmengenai definisi arus kas adalah : “Uang dan surat berharga lainnya yang dapat di uangkan setiap saat serta surat berharga lainnya yang sangat lancar yang memenuhi syarat sebagai berikut, setiap saat dapat ditukar menjadi kas, tanggal jauh temponya sangat dekat, kecil resiko perubahan nilai yang di sebabkan oleh perubahan tingkat bunga.”

Menurut Sawir (2005:182) menjelaskan mengenaidefinisi arus kas adalah: “Seluruh uang tunai yang ada ditangan (cash on hand) dan dana yang disimpan di bank dalam bentuk seperti deposito dan rekening Koran.” 

Menurut Kuswadi (2005:238) menjelaskan mengenaidefinisiarus kas dan setara kas sebagai berikut : “Arus kas adalah kas masuk dan arus kas keluar atau setara kas. Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro”. “Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat liquid, berjangka pendek dan dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.”
Pengertian Arus Kas
Dari definisi yang dikemukakan dalam PSAK dan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa arus kas adalah arus kas masuk dan arus kas keluar yang digunakan dalam membiaya kegiatan rutin perusahaan yang memiliki sifat liquid atau lancar yang memiliki jangka waktu pendek dan resiko yang kecil yang dipengaruhi suku bunga dan dapat disimpan dalam bentuk deposito ataupun giro.

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber
Sekian uraian mengenai Pengertian Arus Kas Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat..